Mbak Ayu

Pemesanan & Pengiriman

081226888103 / 085799799903

Telpon : 0291 4260 242

PIN BBM 1 :5FC58CE5

PIN BBM 2 :79398E99

LINE :@soz0420q

Whatsapp :081 226 888 103

metafisika103@gmail.com

 

Abah Sabrang Alam

Kontak Abah Sabrang Alam

Silahkan,Klik Di Sini

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

 

 

 

 

chat wa otomatis ki sabrang alam

 

ki sabrang alam di acara kompas tv

 

Berbagai Laku Tirakat untuk Meraih Kebatinan Sejati

Artikel » Berbagai Laku Tirakat untuk Meraih Kebatinan Sejati

Pada zaman dahulu, kesaktian dan kadigdayaan adalah suatu hal yang lumrah. Orang menjadi tersohor karena kesaktian dan kewaskitaan yang dikuasainya. Kedudukannya begitu terhormat di antara masyarakat. Padahal untuk mencapai itu semua harus melalui proses ynag panjang dan berat. Kunci dari pengusaan ilmu ini yaitu proses laku tirakat yang dilakukannya. Tirakat bagi manusia zaman dahulu adalah bagian dari hidupnya. Dengan melakukan tirakat mereka merasa dekat dengan sang Pencipta Alam semesta. Ilmu kesaktian apapun bisa dikuasai.

 

Hal itu pula yang menjadi jawaban mengapa orang zaman dahulu lebih mudah menguasai ilmu kebatinan, dibanding manusia zaman sekarang. Orang zaman dahulu lebih mengutamakan proses daripada hasil, sehingga ia lebih ikhlas menjalani tirakat apapun yang diijazahkan kepadanya. Berbeda dengan orang zaman sekarang yang cenderung ingin ynag instan. Lebih mementingkan hasil daripada proses. Padahal segala yang ada di alam semsta ini adalah proses. Bahkan Tuhan menciptakan dunia ini pun melalui proses.

 

Pada hakikatnya laku tirakat merupakan proses yang bertujuan untuk sebagai berikut:

  • Membersihkan hati dan batin agar lebih tulus dan ikhlas.
  • Memahami hakikat hidup wira’i (sederhana)
  • Menjaga keintiman dengan yang Maha Kuasa
  • Mengurangi kekhawatiran kehilangan duniawi

 

Di antara laku tirakat untuk meningkatkan kemampuan batin, yang perlu dilestarikan, yaitu sebagai berikut:

  • Mutih

Mutih merupakan puasa menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga waktu magrib/tenggelamnya matahari (suruping srengenge). Pada saat menjalani puasa ini. Orang yang mengamalkannya harus berbuka dan sahur dengan makanan yang tawar. Dengan kata lain tidak boleh ada penyedap rasa. Jika makan nasi maka harus nasi saja. Tanpa lauk. Tidak boleh ditambahi garam, kecap, apalagi penyedap rasa. Begitu pula minumnya pun harus air putih/ air bening. Bukan air yang mempunyai rasa seperti teh atau susu.  Dengan melakukan puasa ini, tubuh Anda geteran energinya minimal akan sama dengan getaran energi jin.

 

  • Ngeruh/nyirih

Puasa ngeruh atau nyirih merupakan tirakat puasa yang harus menjaga pantangan tidak boleh makan atau minum sumber-sumber bernyawa. Sebab apapun yang bernyawa itu mengandung nafsu. Tujuan puasa nyirih atau ngeruh ini adalah mengendalikan nafsu.

  • Ngebleng

Ngebleng disebut juga sebagai penghentian kebiasaan duniawi, demi mencapai tingkat perenungan tertinggi pada diri manusia. Pantangan dalam tirakat ini yaitu makan, minum, tidur, keluar rumah, bersenggama, menyalakan api, dan berada di tempat terang. Ada baiknya orang yang melakukan amalan ini memperhatikan aspek fisik dan psikologisnya.

 

  • Jejeg

Jejeg berarti lurus. Atau tegak. Pada saat melakukan tirakat ini, orang yang mengamalkannya tidak boleh menekuk kakinya. Kecuali untuk tujuan shalat dan buang hajat.

 

  • Lelana

Tirakat ini merupakan tirakat yang paling sering dilakukan Abah Sabrang Alam. Tirakat lelana bsia disebut juga tirakat mengembara. Pada saat melakukan tirakat ini tidak boleh menunggangi kendaraan apapun. Harus terus berjalan menuju ke tempat tujuannya (biasanya ke makam keramat).  Tidak boleh makan dari hasil meminta-minta.

 

Masih banyak macam laku tirakat dan ritual lainnya untuk menguasai ilmu kebatinan. Tentunya akan sangat panjang sekali jika dibahas pada forum ini.